Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2008

Hari Pendidikan Nasional

hari ini, setiap 2 mei, diperingati oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. kita memperingati perjuangan tokoh pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara agar anak bangsa bisa menikmati pendidikan yang setara dengan bangsa asing waktu itu.









dengan semboyannya yang terkenal :

  • ing ngarso sung tulodo
  • ing madyo mangun karso
  • tut wuri handayani
yang berarti peran para guru bagi murid-muridnya, yaitu memberikan teladan yang baik bagi murid-muridnya (ing ngarso sung tulodo), memberikan semangat bagi murid-muridnya untuk terus berprestasi (ing madyo mangun karso), dan mendorong dari belakang ketika murid-murid perlu dukungan (tut wuri handayani).
pahlawan tanpa tanda jasa, suatu sebutan bagi para guru kita, yang terus berjuang agar murid-muridnya mencapai prestasi tertinggi. jika mendengar bahwa murid-muridnya berhasil, maka seorang guru akan merasa sangat bahagia. bapak dan ibu guru memang orang tua kita di sekolah, yang harus kita sayangi dan hormati, karena tanpabimbingan dan kerja keras dari bapak dan ibu guru, tidak akan muncul orang-orang pintar di negeri ini maupun di seluruh dunia.
akan tetapi, kondisi yang ada saat ini sungguh memprihatinkan, dari artikel guru honorer yang saya dapat dan sewaktu nonton berita di TV, sungguh ironis dan memprihatinkan kondisi para guru honorer tersebut. di satu sisi mereka berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa ini,tetapi di sisi lain nasib mereka tidak dihargai dengan baik oleh pemerintah negeri ini.

guru-guruku, tetaplah berjuang,
kami, muridmu mendoakan yang terbaik bagimu
hanya Allah yang Maha Adil
hanya Allah yang bisa membalas segala perjuangan bapak dan ibu guru sekalian

selamat hari pendidikan nasional
hidup guru!!!

Rabu, 23 April 2008

ujian akhir nasional

genderang perang itu sudah ditabuh, pelaksanaan ujian akhir nasional bagi adik-adik kita akhirnya dimulai. pintu gerbang terakhir menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi. apakah fenomena kegagalan adik-adik kita yang tidak lulus uan itu akan terulang lagi? semoga tidak. walaupun, pemerintah mengubah kembali standar kelulusan bagi para peserta uan dan menambah jumlah mata pelajaran yang akan diujikan.

sistem pendidikan sudah banyak berubah, dulu angkatanku masih tenang-tenang saja saat akan menghadapi ujian akhir nasional (tidak setegang sekarang maksudnya) karena hampir pasti semua akan lulus, asal ga keterlaluan banged. sedangkan di kurikulum saat ini? belum tentu, bos!!!

dengan sistem seperti sekarang ini, memang para siswa dituntut untuk belajar semakin keras, sehingga pada akhirnya diharapkan lulusan dari sekolah-sekolah itu "dianggap" akan semakin berkualitas. tapi apakah dengan parameter seperti menaikkan standar kelulusan, menambah jumlah mata pelajaran yang diujikan, bisa menjamin kualitas lulusan sekolah-sekolah yang ada? yang terdengar justru bertambah maraknya percaloan jawaban ujian, membobol soal ujian, dsb.

memprihatinkan, memang. akan tetapi, perubahan sedang diperjuangkan, semoga pendidikan di negara tercinta ini bisa lebih baik lagi. dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negara kita ini. mulai dari pihak pemerintah melalui departemen pendidikan, pihak sekolah, keluarga, masyarakat diperlukan untuk bersama memperbaikinya. salah satu faktor penting adalah keterbukaan dan keinginan (itikad) baik untuk memajukan bangsa ini melalui pendidikannya.

sekali lagi,
selamat berjuang untuk adik-adik yang mengikuti UAN!!!

Jumat, 18 April 2008

penerimaan siswa baru

sekarang udah bulan april. adek-adek kita yang lagi menghadapi ujian akhir nasional lagi tegang-tegangnya, bakal lulus apa ngga ya?
ga seperti waktu angkatanku yang tenang-tenang aja karena pasti lulus sekolah.

aku juga punya adik, kelas 3 smp, di smp favorit di semarang. sama kondisinya, adikku lagi belajar keras untuk persiapan ujian akhir nasional.
pas aku pulang ke semarang hari sabtu kemaren, cerita-cerita sama ortu, dan pas hari seninnya aku maen ke almamaterku, sma 3 semarang untuk cari info tentang penerimaan murid baru. kebetulan juga, adikku mengincar untuk masuk ke sma 3, jadi aku carikan infonya sekalian.

pas di sma, ketemu guruku, dan tanya-tanya, ternyata syarat-syarat sekarang jauh lebih ribet.
FYI, sma 3 nanti bakal pake sistem penerimaan murid yang berbeda dengan sekolah laen, karena sudah SBI (sekolah bertaraf internasional), jadi pake ujian sendiri, setelah uan smp selesai (tanggalnya lupa persisnya).

memang, saat ini sedang menunggu juklak dari depdiknas mengenai standar penerimaannya bakal seperti apa. tapi, lumayan deg-degan juga nungguinnya.
setauku, ada standar nilai minimum rata-rata, terus harus tuntas semua (pada semua pelajaran selama di smp), sistem rayon mungkin masih berlaku.

muncul pertanyaan di benakku, bagaimana dengan standar tuntas atau tidaknya pelajaran itu? karena smp yang satu dengan yang lain punya standar yang beda mengenai tuntas apa tidaknya, terutama yang smp unggulan dengan yang bukan.

terus apakah sistem rayon itu efektif untuk menjaring siswa yang berkualitas? karena belum tentu siswa yang berprestasi itu belum tentu ada dalam satu rayon dengan sekolah.

lalu seperti apa sistem penerimaan yang baik dan adil untuk semua calon siswa yang baru itu?