Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2008

Brillante Weblog Premio 2008

surprising bro, i've got this award from okky. thanks for the award bro, keep blogging yo..


and this is the rule...:

1) Put the logo on your blog.
2) Add a link to the person who awarded you.
3) Nominate at least 7 other blogs.
4) Add links to those blogs on yours.
5) Leave a message for your nominees on their blogs.

and I want to nominee this award for:

okky's, promote our indonesia in holland bro, viva Indonesia

bayu's, thanks for the sharing and invitation in the seminar bro

eri adhityo's, great blog bro, vert inspiring

agah suragah's, republik kuliner is great, every body must come there n try some, so delicious

erween's, keep doing business bro

moriz's, forza juventus boss

deniar's, great tips bro, good luck always

keep blogging everyone :D :D

Jumat, 09 Mei 2008

happyness

bismillah,

banyak cara kita bisa merasa bahagia, dengan cara dan gaya masing-masing. baik saat kita mendapat sesuatu yang baik dari orang lain, atau kita yang melakukan sendiri hal-hal yang membuat kita merasa nyaman dan bahagia. siang tadi, ngobrol-ngobrol dengan teman, dimulai dengan pertanyaan dari teman saya itu (FYI, teman saya itu sudah punya bisnis konveksi sendiri).

teman saya itu ditanya sebelumnya sama temannya, "Bos, kalo udah lulus, ilmu planologinya mau dikemanain?"

dia menjawab kalau dia tidak akan terjun ke dalam dunia perencanaan, karena dia sekarang sudah punya bisnis sendiri itu.

trus, dia tanya apa pendapatku, aku jawab juga, kemungkinan besar tidak akan berkecimpung di dunia perencanaan kota dan wilayah. alasannya, aku merasa tidak nyaman dengan keadaanku sekarang, terutama di dunia perencanaan. dalam diriku sendiri ada hal-hal yang merasa tidak klop antara dunia akademis dalam perencanaan dengan diriku sendiri. aku lebih menyenangi untuk berbisnis sendiri juga, seperti kawanku itu, entah bentukannya seperti apa, aku sendiri belum tahu. hanya saja, sekarang aku sudah mulai melatih untuk memperkuat insting dan upaya-upayaku untuk berbisnis.

terus, aku menambahkan, kebetulan aku baru saja membaca blog dari kang agus tentang nasihat dari warren buffet, yang menyatakan bahwa kita sebaiknya beraktivitas atau bekerja dalam bidang yang membuat kita mencintai pekerjaan atau aktivitas kita itu, yang membuat kita bisa mencurahkan segala kemampuan dan energi saat kita beraktivitas itu. selain itu dari buku maupun nasihat-nasihat, juga menyatakan hal yang sama, cintailah pekerjaan kita, maka kita akan mampu menemukan dan mencapai impian-impian terbaik kita.

selain itu, biar kita juga terus merasa bahagia, ialah dengan mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki, karena disadari atau tidak, perasaan "baik" dari bersyukur itu bisa memberikan energi yang lebih kepada diri kita untuk beraktivitas dan ditambah dengan kita memancarkan kebahagiaan itu ke luar, ke sahabat, lingkungan sekitar, dan alam semesta, makin merasa nyamanlah diri ini.

semoga bermanfaat

Selasa, 06 Mei 2008

Pesan dari Samurai




Menurut legenda, Jepang lahir dari sebilah pedang. Para dewa mencelupkan pedang mereka dalam samudera, dan saat pedang itu ditarik, empat tetesannya kembali ke laut, dan menjadi kepulauan Jepang. Menurutku Jepang lahir dari sejumlah ksatria gagah berani yang rela mengorbankan jiwa demi mewujudkan prinsip yang terlupakan. KEHORMATAN

Itulah permulaan dari film The Last Samurai, awalan yang keren banged menurutku, yang di dalam filmnya diceritakan dengan sangat apik. Walaupun udah tergolong film lama, tapi aku ga pernah bosan untuk nonton lagi dan lagi. Banyak pesan yang bisa dipetik dari film ini, bagaimana Jepang sukses membangun peradabannya dan menjadi bangsa yang maju di dunia.

Ijinkan saya mengutip beberapa catatan dari Kapten Amerika yang ada dalam film tersebut.

1876
Aku terus tinggal di antara kelompok aneh ini. Aku tawanan mereka, maka aku tak bisa kabur.
Semua orang sopan. Semua tersenyum dan membungkuk. Tapi di balik kesopanan mereka, aku merasakan perasaan terpendam. Mereka kelompok yang menarik sekali. Sejak mereka bangun, mereka mengabdikan diri demi kesempurnaan pekerjaan mereka. Aku tak pernah melihat kedisiplinan sebesar itu. Aku terkejut saat mengetahui kata "Samurai" berarti melayani. Dan Katsumoto yakin ia memberontak demi melayani Kaisar.


Kedisiplinan, kata yang mudah diucapkan, akan tetapi pelaksanaan dan penerapan kata tersebut dalam kehidupan tidak semudah yang dibayangkan. Kaum samurai yang diceritakan dalam film tersebut memang memiliki kedisiplinan yang luar biasa besar dalam segala aspek kehidupan mereka, yang menjadikan mereka sebagai leluhur bangsa Jepang dan kemudian mewariskannya hingga saat ini.

Musim semi 1877
"Ini saat terlamaku tinggal di satu tempat sejak aku mandiri di usia 17. Banyak sekali yang tak kumengerti di sini. Aku bukan orang religius dan yang kusaksikan di pertempuran membuatku meragukan kuasa-Nya. Tapi jelas, ada sesuatu yang spiritual di tempat ini. Dan meski aku akan selamanya tak mamahaminya, aku tetap merasakan kekuatannya. Yang kutahu di sinilah pertama kali aku bisa tidur nyenyak."

Dan pada akhirnya, kaum Samurai harus berperang menghadapi kekuatan modern yang dicanangkan oleh Sang Kaisar. Katsumoto, sang pemimpin, menginginkan semangat Samurai itu tetap dimiliki oleh bangsa Jepang.
Ketika perang menjelang, Katsumoto menyerahkan sebuah pedang kepada si Kapten Amerika tersebut dengan bertuliskan,
"Aku milik seorang ksatria di mana semangat kuno dan baru, bersatu."

Ketika perang berakhir, Kapten Amerika tersebut menemui Sang Kaisar untuk menyampaikan pesan terakhir Katsumoto.

Kapten Amerika
"Ini pedang Katsumoto. Ia meminta Anda memilikinya agar semangat Samurai selalu bersama Anda. Ia berharap bersama nafas terakhirnya, Anda bisa mengenang para leluhur yang menggenggam pedang ini dan untuk apa mereka mati."

Kaisar Meiji
"Aku mengidamkan Jepang bersatu, menjadi negara kuat dan mandiri serta modern. Dan sekarang kita memiliki rel kereta, meriam, dan pakaian Barat. Namun, kita tak boleh melupakan siapa kita sebenarnya atau asal usul kita."

Pesan yang amat bagus bagi siapapun, seseorang, ataupun sebuah bangsa. Walaupun zaman modern terus menerjang, akan tetapi siapa kita sebenarnya, jati diri kita, value kita, tidak boleh dilupakan. Dan dengan pernyataan dari Kaisar Meiji tersebut, menggeliatlah Bangsa Jepang menjadi bangsa besar di dunia hingga saat ini.

Bagaimana dengan Bangsa Indonesia???
Masih ingatkah siapa kita sebenarnya? Nilai-nilai bangsa apa yang kita miliki?

Sementara bangsa-bangsa yang lain sudah berlari dengan kencang, berinovasi tiada henti, terus berkreasi dan berkembang, bangsa yang kita cintai ini justru masih berhadapan dengan permusuhan dengan teman-teman sendiri, saudara sendiri, saling menyalahkan, dsb.

Kita justru bangga dengan barang-barang buatan bangsa lain, bukannya mendukung kemandirian bangsa ini. Kita justru bangga dan berbondong-bondong untuk bekerja di perusahaan-perusahaan asing, bukannya membuka peluang kerja baru untuk saudara-saudara kita yang lain.

Bangsa ini harus bangkit, bangsa ini harus berubah, bangsa ini harus menjadi bangsa besar yang dihormati oleh negara-negara manapun di dunia. Dan perubahan itu dimulai dari kita, para pemuda!!!

Senin, 21 April 2008

Pertemuan IA ITB 19 April

Kapasitas yang tiap individu miliki itu berbeda-beda. Ada orang yang hebat dalam hitung-menghitung, akan tetapi tidak ahli dalam hal seni, dsb. Demikian pula yang terjadi dalam perusahaan atau organisasi. Hari Sabtu yang lalu, aku ikut pertemuan para alumni-alumni ITB yang bergerak dalam bidang entrepreneurship (bisnis) di Sekretariat Ikatan Alumni ITB Jabar. Panitia mengundang seorang alumni Teknik Fisika (lupa angkatan berapa), sebut saja Abah Rama, beliau ini mempunyai sekitar tujuh buah perusahaan. Dalam pemaparannya, ada beberapa kunci sukses dalam sebuah organisasi atau perusahaan, diantaranya:

  • Right man on the right place;

Maksudnya ialah penempatan seseorang sesuai dengan kemampuan dirinya. Berikan pekerjaan pada bidang yang menjadi kekuatannya, jangan berikan bidang yang tidak dikuasainya, karena hal tersebut pasti akan mempengaruhi kinerjanya dan terutama kinerja perusahaan secara keseluruhan. Tentunya harus dilakukan penguatan dalam hal rekrutmen pegawai-pegawai baru, dengan teknik-teknik yang bisa membantu menunjukkan kapasitas dari calon pegawai tersebut agar dalam penempatannya bisa sesuai dengan bidangnya.

  • Nurturing environment

Maksudnya ialah lingkungan yang bisa mendukung kinerja dari berbagai unsur yang ada dalam perusahaan tersebut, dan lebih fokus lagi ialah motivasi yang diberikan oleh para pucuk pimpinan perusahaan kepada para pegawainya. Seperti yang terjadi di Toyota, yang mensyaratkan bahwa manajer itu harus bisa nurturing (mengajar) bawahannya.
Terkait dengan kapasitas individu tadi, yang sekarang popular dengan sebutan Human Capital, kekuatan tiap individu itu berbeda-beda. Sebenarnya apa definisi kekuatan itu?


Menurut beliau, kekuatan ialah ”kegiatan yang membuat diri kita merasa makin kuat (ingin mengulang, cepat menguasai, dan timbul perasaan puas).”

Kita harus bisa mengidentifikasi dimana kekuatan kita, dimana kita merasa kegiatan tersebutlah yang paling menyenangkan dan kita merasa memiliki “energy” lebih saat melaksanakannya. bisa digunakan saat ingin menentukan tujuan sekolah lanjutan kita, saat menentukan jenis usaha yang akan kita kerjakan, dsb. Jika kita mengetahui kekuatan kita, maka hasil kegiatan kita akan bisa maksimal.

Pesan dari si pencopet

Kita semua pasti kenal dengan sosok Nagabonar, tokoh fiktif yang dipopulerkan melalui film layar lebar oleh Deddy Mizwar. Karakter tokoh fiktif ini ialah sosok seorang pencopet yang berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan. Sosoknya yang apa adanya membuatnya menjadi sosok yang disegani oleh pasukannya.

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh Deddy Mizwar ialah bahwa semua orang, tidak peduli dengan status suku, agama, pendidikan, kekayaan, dsb, bisa berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Seperti sosok Nagabonar, yang hanya pencopet, akan tetapi menjadi komandan pasukannya dalam berjuang. Sebenarnya, Nagabonar tidak memiliki gelar resmi kemiliteran dari pemerintah. Kondisi saat itulah yang menyebabkan si Nagabonar mendapatkan pangkat jenderal. Ceritanya pada saat Nagabonar akan diajak berunding oleh penjajah yang memiliki pangkat tertentu, Nagabonar langsung berpikir bagaimana caranya supaya pada saat perundingan nanti, dia bisa mengendalikan situasi. Akhirnya, terbersitlah ide untuk “bagi-bagi” pangkat, dan Nagabonar sebagai pemimpin pasukan kebagian pangkat jenderal. Pada saat perundingan, dia diminta untuk menunjukkan markas pasukannya. Nagabonar tidak bisa baca tulis, jadi dengan spontan dia menunjukkan tempat manapun. Untungnya, lokasi yang ditunjuk olehnya bukan markas pasukannya, karena lokasi yang ditunjuknya dihancurkan oleh penjajah.

Sedangkan, pada film Nagabonar jadi dua, Deddy Mizwar ingin menunjukkan dengan perubahan zaman yang terjadi, Nagabonar merasa kesulitan dan tidak mengerti dengan kondisi yang sedang terjadi, bahkan dengan anaknya sendiri. Akan tetapi, dia berusaha sekuat tenaga untuk memahaminya, karena rasa cintanya kepada anaknya yang demikian besar. Orang Indonesia yang melihat film ini, tidak bisa tidak, pasti akan terbakar rasa nasionalismenya, karena dalam film ini kental dengan pesan-pesan kebangsaan yang sungguh luar biasa. Siapapun kita, kita bisa berkontribusi bagi kejayaan dan kehormatan bangsa Indonesia tercinta. Jika pada masa perang kemerdekaan, para pahlawan berjuang untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi, pada zaman modern ini kita bisa berjuang di bidang apapun kita dengan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Kebetulan pula pada tahun 2008 ini bangsa Indonesia akan menggelar kejuaraan Thomas dan Uber, lambang supremasi bulutangkis beregu, pada bulan Mei mendatang. Barangkali para atlet dan seluruh bangsa ini harus meresapi nilai-nilai yang terdapat dalam film Nagabonar ini. Dengan demikian, kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan Kejuaraan bergengsi tersebut. Para atlet dan ofisial berjuang di arena pertandingan, para pendukung yang memiliki kesempatan bisa dating langsung untuk mendukung para atlet kebanggaan kita bertanding, pihak televisi berjuang sekuat tenaga untuk memberikan kualitas siaran pertandingan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa hadir langsung untuk memberikan dukungan, dan pihak pemerintah berjuang sekuat tenaga untuk mendorong semangat atlet dan ofisial dengan instrumen-instrumen yang pemerintah miliki.

Alangkah luar biasanya jika berbagai elemen di bangsa ini bisa bersinergi dengan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing pihak untuk mencapai kejayaan bangsa ini, bangsa besar yang sedang berjuang untuk mencapai kejayaannya kembali

Jayalah Indonesiaku!!!

Kamis, 17 April 2008

Perubahan

beberapa hari yang lalu bertemu dengan seorang sahabat, dan saat itu saya dan dia banyak diskusi dan ngobrol-ngobrol santai.
dimulai dari ngobrol2 kuliah hingga tukar ilmu&pengalaman.

diskusi mulai menarik saat membahas satu kata, Change...
karena saat ini saya sedang menyelesaikan membaca buku yang sangat luar biasa yaitu, Re-Code DNA dari Rhenald Kasali, jadi saya ngobrolin itu sama dia.

satu hal yang pasti, yaitu perubahan.
kalimat itu jika direnungkan akan sangat besar dampak dan efeknya, dan dalam bukunya pak Rhenald Kasali menjelaskan kalau perubahan itu menuntut lima (5) hal sekaligus, yaitu
  1. vision;
  2. skills (keterampilan);
  3. insentif;
  4. resources (sumberdaya); dan
  5. action plan (rencana tindak).
jika salah satu itu tidak atau belum ada pada diri sendiri atau organisasi, maka akan tersendat perjalanannya. pak RK menjelaskan, jika tidak ada visi maka akan terjadi kekacauan, jika tidak ada skills maka akan terjadi kecemasan, jika tidak ada insentif akan terjadi penolakan, jika tidak ada resources akan terjadi frustrasi, dan jika tidak ada action plan maka akan terjadi kegagalan.

dan teman saya juga sharing pengalaman,
dia bertemu seorang yang sangat kaya di jakarta, punya perusahaan besar, pabrik besar, dsb.
tapi yang keren, dia sangat rendah hati, sangat dekat dengan karyawannya, sehingga karyawannya pun sangat dekat dan kinerjanya juga sangat luar biasa. pesan beliau, kalau ingin karyawanmu kerja dengan baik, berikan apa yang mereka butuhkan, dan jangan khawatir dengan kinerja mereka.

"they follow u because they want to" bukan "they follow u because they have to"
satu pelajaran lagi yang bisa dipetik dari buku pak Rhenald Kasali ini, dan langsung ada contoh konkritnya.
Mantabh...!!!

inspirasi dari sang menteri

cerita dimulai saat pagelaran ITB expo 2008 yang lalu, diadakanlah satu acara yang populer di salah satu televisi nasional, yaitu Kick Andy dengan beberapa pembicara, yaitu :

  1. Pak Wiranto Arismunandar (mantan rektor ITB '88-'97, mantan Mendikbud)
  2. Pak Joko Santoso (rektor ITB saat ini)
  3. Pak Kusmayanto Kadiman (mantan rektor ITB, Menristek RI)
  4. Dolly (anggota tim palapa)
  5. Riska (SMP 5 Semarang)

dari diskusi yang berjalan, bagian akhir dari pak Kusmayanto Kadiman (Pak KK), yang menginspirasi banyak orang, termasuk aku, yaitu penjelasan mengenai makna huruf T pada kata ITB.

huruf T yang merupakan kependekan dari Teknologi itu didefinisikan oleh Pak KK sebagai berikut:
"technology is defined as a perfect fusion between science, engineering, art, and economy"

dalam bahasa Indonesia berarti teknologi adalah paduan sempurna dari pengetahuan, rekayasa, seni, dan ekonomi.

contohnya apa?
gampang, yang kita semua pasti punya, ada yang menyebutnya handphone, cellphone, mobilephone, dsb.

  • science : dengan basis dari fenomena gelombang yang saling dipadukan;
  • engineering : dari kbutuhan dasar manusia, yaitu berkomunikasi, yang kemudian direkayasa untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia;
  • arts : di handphone itu didesain dengan cerdasnya, seperti ciri khas yang berbeda pada keyboard angka 5. seni tersebut bisa menjelaskan pemakainya, yang terbukti dari hampir semua pemakai handphone tidak perlu membaca manualnya untuk memakainya;
  • economy : kerja dari marketing, promosi, jurnalis yang membuatnya bisa dikenal dan bisa terjangkau masyarakat luas.

sebelumnya, pada awal diskusi, pak KK juga menyampaikan bahwa mahasiswa ITB itu punya dosa besar. apa itu?
dosanya adalah menyingkirkan calon mahasiswa lain dari seluruh Indonesia sehingga yang bersangkutan tidak bisa masuk ITB.
dijelaskan lagi, mahasiswa ITB punya peluang untuk mengurang dosanya atau justru menggandakan dosanya.
kalo menggandakan dosanya, jika setelah lulus, dia cari kerja dan kembali menyisihkan saudaranya yang lain dalam ujian masuk kerjanya itu.
jika ingin mengurangi dosanya maka setelah lulus, maka dia akan merangkul saudara-saudaranya untuk kerja bareng (bisnis atau entrepreneur), bikin produk baru yang bisa masuk pasar.

menurut pak KK, itu adalah kontrak batin bagi mahasiswa ITB.


motivasi yang luar biasa dari pak menteri, jika dilihat negara kita ini memang memerlukan pejuang-pejuang muda untuk membangkitkan kembali bangsa yang besar ini, bukan justru menambah keterpurukannya.